Judul Buku: REVOLUSI KAUM TERTINDAS
Penulis: Ali Akbar Muhammad
Tebal: xvi + 68 hlm ; 14 x 20 cm
Harga : Rp.40.000,-
ISBN: 978-623-88449-2-0
Cetakan Pertama: Maret 2023

Buku ini ditulis oleh Ali Akbar Muhammad! Ia merupakan anak dari Ibu Nurusaffa Ismail yang berasal dari Weda dan Ayah Muhammad Masud, berasal dari Maffa. Menyelesaikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Halmahera Tengah.

Revolusi Kaum Tertindas, adalah catatan belajar, bekerja dan berjuang bersama rakyat Tertindas Ali Akbar Muhammad saat menempuh Pendidikan Tingi di Yogaykarta.

PENGANTAR PENULIS:

Kini kita hidup di corak produksi yang membagi manusia menjadi dua kelas.Yakni kelas menindas dan kelas tertindas. Corak produksi ini disebut kapitalisme. Kapitalisme berprinsip pada kepemilikan alat produksi secara pribadi dan menciptakan hubungan antara manusia tidak setara.

Kapitalisme memiliki sifat akumulasi, eksploitasi, dan ekspansi. Sehingga terus menciptakan kesenjangan yang tidak adil. Karena melahirkan manusia berkelas borjuasi dan proletar. Kapitalis menciptakan surga bagi para penindas dan menciptakan neraka bagikaum kelas bawah.Demikianlah seperti dijelaskan Karl Marx ” Sejarah ummat manusia adalah sejarah pertentangan Kelas. Antara yang menindas dan tertindas.”

Penghisapan dilakukan kapitalisme tidak begitu saja diterima oleh kelas tertindas. Berbagai upaya dilakukan agar keluar dari cengkraman kapitalisme. Sejarah telah menunjukan perjuangan kelas tertindas melawan kapitalisme terus dilakukan. Revolusi sosialis di Uni Soviet. Menunjukan bahwa kapitalisme bisa ditumbangkan. Kelas tertindas buruh-tani berkuasa. Revolusi sosialis Uni Soviet, telah memberikan spirit bagi bangsa-bangsa terjajah untuk melawan kolonialisme. Kemerdekaan Indonesia merupakan satu diantara bangsa lain yang mengadopsi semangat revolusi sosialis Uni Soviet.

Buku yang ada di depan pembaca merupakan kumpulan tulisan belajar-berjuang-bersama rakyat tertindas. Tulisan-tulisan ini sebelumnya sudah banyak diterbitkan diberbagai media online. Referensi yang digunakan oleh penulis lebih banyak menggunakan artikel. Karena selain membaca buku, penulis lebih banyak menghabiskan membaca artikel-artikel di media online maupun cetak.